Kamis, 08 Januari 2015

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu Pengetahuan Teknologi

Ilmu pengetahuan merupakan bagian dari pengetahuan. Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segala sesuatu yang kita ketahui. Cara mendapatkan pengetahuan dapat melalui berbagai kesempatan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja dan secara spontan. Ilmu merupakan hasil pemikiran manusia yang diperoleh dari pengalamannya. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang bersifat metodis, sistematis, dan logis. Jadi, ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh melalui metode keilmuan, yakni diperoleh dengan menggunakan cara kerja yang rinci, sistematis, dan logis. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat dikatakan sebagai pengetahuan ilmiah. Pengetahuan yang merupakan ilmu memiliki syarat dan ciri-ciri, antara lain memiliki objek, memiliki tujuan dan metode, bersifat empiris, rasional, dan objektif.

Berkaitan dengan objek kajiannya, pengetahuan ilmiah memiliki cabang-cabang yang bersifat khusus, antara lain biologi, fisika, antropologi, geografi, sosiologi, dan sejarah.

Di Indonesia ilmu lazim disebut ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, di lingkungan pendidikan dikenal IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).

Teknologi (ilmu teknik) adalah ilmu terapan. Teknologi mendorong diciptakan atau dikembangkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju. Jadi, Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) itu saling berkaitan. Teknologi juga diartikan perangkat dan metode-metode untuk membuat sesuatu. Harvey Brooks mengartikan teknologi sebagai pemakaian pengetahuan ilmiah untuk memproduksi barang-barang dengan jalan reproduksi.

Sementara Schon mengartikan teknologi adalah suatu cara dan suatu proses untuk membuat sesuatu yang dapat mengembangkan keterampilan manusia. Dalam kaitan ini teknologi merupakan kekuatan otonom yang mampu mengubah kehidupan manusia. Akan tetapi, teknologi juga dapat menambah dan memperbanyak kemampuan dan kekuasaan/kekuatan manusia. Jadi, dengan teknologi manusia dapat dipengaruhi/dikuasai oleh teknologi. Ciri-ciri teknologi antara lain rasionalisasi, tidak alami (artificial) dan otomatis universal. 

Kemiskinan

Kemiskinan dalam pengertian konvensional merupakan pendapatan (income) dari suatu kelompok masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu seringkali berbagai upaya pengentasan kemiskinan hanya berorientasi pada upaya peningkatan pendapatan kelompok masyarakat miskin.
 
Kemiskinan seringkali dipahami dalam pengertian yang sangat sederhana yaitu sebagai keadaan kekurangan uang, rendahnya tingkat pendapatan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar hidup sehari-hari. Padahal sebenarnya, kemiskinan adalah masalah yang sangat kompleks, baik dari faktor penyebab maupun dampak yang ditimbulkannya. 

Keterkaitan Antara Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu pengetahuan haruslah dapat dikemukakan, harus dimegerti secara umum sehingga kita dapat memahami ilmu pengetahuan dengan mudah. Didalam kehidupan kita, kita tidak pernah terlepas dengan manfaat ilmu pengetahuan. Kita manusia memiliki akal pikiran yang merupakan dasar adanya ilmu pengetahuan. Dengan ini pula dapat mempermudah kita untuk melalukan sesuatu atau menghasilkan sesuatu. Ilmu pengetahuan sangatlah berguna bagi kita semua. Hal yang bersifat negatif maupun positif tidak terlepas dari segala sesuatu, begitu pula dengan IPTEK. Teknologi akan dapat berguna jika dimanfaatkan dengan baik.

IPTEK tentunya dapat memotivasi masyarakat untuk lebih maju lagi. Karena IPTEK sungguh sangat menarik perhatian. Perkembangan yang terjadi sekarang ini dapat menjadikan masyarakat memiliki pandangan atau wawasan yang lebih luas. IPTEK berkembang dengan sendirinya tentunya dengan dikembangkan oleh orang-orang yang berpengalaman. IPTEK sangat lah mudah untuk didapatkan, dimana pun dan kapan pun kita dapat memperoleh IPTEK

IPTEK pula tidak terlepas dari kemiskinan dan kemiskinan tidak telepas pula dari kehidupan masyarakat. Kemiskinan dalam bidang ekonomi selalu menjadi kendala di negara-negara berkembang. Sangat sulit negara untuk memberantas kemiskinan. Sebenarnya jika kita semua memanfaatkan IPTEK maka kita semua dapat memberantas kemiskinan yang ada. Tidak akan ada lagi pengamen, pengemis, dan pekerjaan yang lainnya yang tidak layak terjadi. Kemiskinan terjadi karena rendahnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan masyarakat yang rendah.

Semua kemiskinan sebenarnya dapat teratasi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang pada zaman sekarang. tetapi, kembali lagi dibutuhkan kemauan dan tekad yang kuat dari masyarakat itu sendiri. 


Sumber :


Rabu, 24 Desember 2014

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Pertentangan Sosial

Manusia sebagai mahkluk sosial pasti selalu berintraksi dengan sesama manusia. ketika mereka berintraksi pasti ada salah satu diantra mereka yang berbeda pendapat atau tidak suka maka bisa terjadi pertentangan atau konflik didalamnya.

Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor utama penyebab pertentangan atau konflik sosial. Sebab dalam menjalani suatu hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.

Pertentangan atau biasa disebut dengan Konflik biasanya dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, pengetahuan, adat-istiadat, keyakinan dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengalami konflik dengan antar anggota masyarakat yang lainnya. Konflik akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.


Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah teori oleh C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori konflik Karl Marx tentang pertentangan kelas dan yang ketiga adalah teori oleh James Scott.

Sedangkan, Faktor penyebab terjadinya Pertentangan Sosial adalah sebagai berikut :
  • Perbedaan Individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan
  • Perbedaan Latar, latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda-beda.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
  • Perubahan-perubahan nilai dalam Masyarakat

Akibat yang ditimbulkan dari Pertentangan Sosial biasanya adalah :
  • Retaknya Silaturahmi
  • Munculnya rasa benci antar kelompok
  • Terjadinya pertikaian antar kelompok
  • Dapat terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia

Adapun cara-cara pemecahan konflik adalah :
  • Elimination : pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat dalam konflik melalui sebuah pernyataan atau ungkapan lisan
  • Subjugation atau Domination artinya, orang yang memliki pengaruh atau kekuasaan besar dapat memaksa orang lain untuk mentaatinya.
  • Majority Rule artinya suara terbanyak dalam voting akan menentukan keputusan tanpa adanya argumentasi.
  • Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan dan kesepakatan bersama.
  • Compromise, artinya kedua atau semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
  • Integration, artinya pendpaat yang bertentangan didiskusikan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak. 
Integrasi Masyarakat

Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

Integrasi disebut juga suatu keadaan dimana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat namun masih tetap mempertahankan kebudayaan yang mereka punya. Pengertian Integrasi sendiri terbagi menjadi 2, yaitu :
  •  Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
  •  Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.

Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :
  • Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)
  • Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.
Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial

Sumber :
http://zarapintar.wordpress.com 

Rabu, 05 November 2014

Sosial - Persamaan Derajat



PENGERTIAN SOSIAL SECARA UMUM

Pengertian Sosial secara umum yaitu segala perilaku manusia yang menggambarkan hubungan nonindividualis. Istilah tersebut saling disandingkan dengan cabang – cabang kehidupan manusia dan masyarakat dimanapun. Dan biasanya merujuk pada hubungan – hubungan manusia dalam kemasyarakatan, hubungan antar manusia, hubungan  dengan manusia dengan kelompok, serta hubungan manusia dengan organisasi untuk megembangkan dirinya. Pengertian social ini pun berhubungan dengan jargon yang menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk social. Setiap manusia memang tidak bisa hidup sendirian. Seseorang membutuhkan orang lain untuk mendukung hidupnya.
Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain  untuk membantu kita.

PENGERTIAN SOSIAL MENURUT PARA AHLI

Berikut ini adalah pengertian dan definisi sosial menurut beberapa ahli:

LEWIS
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya
KEITH JACOBS
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas
RUTH AYLETT
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap inheren dan terintegrasi
PAUL ERNEST
Sosial lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka terlibat dalam berbagai kegiatan bersama
PHILIP WEXLER
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia
ENDA M. C 
Sosial adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan
LENA DOMINELLI
Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya.
PETER HERMAN
Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan
ENGIN FAHRI. I
Sosial adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih juga diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu tersebut

PENGERTIAN KESAMAAN DERAJAT

Kesamaan derajat adalah persamaan nilai ,harga taraf yang membedakan makhluk yang satu dengan makhluk yang lainnya.Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk tuhan yang dibekali cipta,rasa,karsa dan hak-hak serta kewajiban azasi manusia .Martabat adalah tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukan yang terhormat.sedangkan kesamaan derajat adalah tingkatan ,martabat,dan kedudukan manusia sebagai makhluk tuhan yang memiliki kemampuan kodrat,hak dan kewajiban.

Negara Indonesia memiliki landasan moral atau hukum tentang persamaan derajat di Indonesia :
1.Landasan ideal : Pancasila
2.Landasan konstitusional UUD 1945 yaitu :
   A. Pembukaan UUD 1945 padea alinea ke 1,2,3,4
   B. Batang tubuh (pasal)UUD 1945 yaitu pasal 27,28,29,30,31,32,33,34.
   C. Ketetapan MPR No IV/MPR/1999 tentang GBHN